Anda Berada di halaman : Berita » Pengalaman Tak Terlupa
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.org/berita_foto/85'>Jum'at Sehat LPPKS "/> <a href='http://lppks.org/berita_foto/86'>Diklat Calon Kepala Sekolah In 1 (Sahid Jaya Solo)</a> <a href='http://lppks.org/berita_foto/87'>LPPKS Appreciation 2013</a>
Prev Next

Polling

Bagaimana pendapat anda dengan diberlakukannya kurikulum 2013 sebagai sarana perubahan pendidikan yang lebih baik di indonesia ?




Pengalaman Tak Terlupa
Kategori : LPPKS News Oleh : administrator Ditulis : Rabu, 30 Mei 2012 Hits : 788
Meski bukan kali pertama mengikuti ajang lomba kepala sekolah berprestasi tingkat nasional, Trimo mengaku banyak pengalaman yang berkesan setiap dirinya ikut lomba. Beberapa tahapan yang harus dilalui dalam lomba kepala sekolah berprestasi yakni tes tertulis (kepribadian, wawasan kependidikan, kemampuan manjerial dan supervisi), presentasi best practices, wawancara, psikotest, dan cheking dokumen portofolio yang berupa prestasi kinerja yang telah dicapai baik secara pribadi sebagai kepala sekolah dan prestasi sekolah.
Dari sekian banyak tahapan, Trimo mengaku ada satu pertanyaan yang membikin dadanya berdegup kencang. Suami Rustantiningsih ini menceritakan bagaimana saat dewan juri saat bertanya “Yakinkan pada kami bahwa Anda mampu melakukan hal yang hebat dibandingkan dengan kepala sekolah yang lain?”. Mendapatkan pertanyaan itu, Trimo merasa mendapatkan kesempatan “menyombongkan diri” atas kerja yang selama ini saya lakoni. Namun teringat kisah legendaris Arjuna yang diselimuti kebimbangan tatkala menjelang perang Baratayudha, Arjuna tetap bijak dan memilih untaian kata yang tak bermakna tinggi hati.
“Kala itu saya memperkenalkan diri seorang guru desa yang memperoleh tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Di tengah-tengah keterbatasan, saya mengajarkan kepada guru untuk mencintai situasi yang kurang sempurna dengan cara sempurna.”
Lebih lanjut Trimo memaparkan hal riil yang dilakukan yakni melayani anak didik sesuai dengan kemampuan dan selalu berupaya menggali tambang emas kecerdasan yang dimiliki mereka. “Saya mengajar Bahasa Jawa, kolumnis di media massa sejumlah 40 artikel, penulis buku pelajaran dan buku teks sejumlah 31 buku, trainer, dan membimbing guru untuk melakukan penelitian. Aktivitas tersebut juga mengantarkan saya menjadi duta Indonesia dalam kegiatan Child Right Convention di Swedia dan Ethiopia”.
Betapa terkejutnya, seusai memaparkan konsep pendidikan dan perjalanan karir tersebut dewan juri pun sejurus menatap penuh senyum dan memberikan tepuk tangan. Selesai sesi presentasi, tidak ada kegiatan lainnya. “Hari itu,  Minggu, 14 Agustus 2011 pukul 10.30. Saya masih ingat betul, pengalaman itu tak kan terlupa,” ungkap dia.
Puncak kebahagiaan pun makin lengkap, menjelang Hari Kemerdekaan yakni 16 Agustus tahun lalu, semua peserta mendapat undangan mengikuti Pidato Kenegaraaan Presiden di Gedung MPR. Seusai mengikuti kegiatan itu hingga sore hari, tibalah saat mendebarkan yakni pengumuman pemenang kejuaraan Lomba Kepala Sekolah Berprestasi di Plaza Kementerian Pendidikan Nasional.
 “Rasa bangga dan haru jadi satu, ketika saya terpilih sebagai Juara 1 Kepala Sekolah Dasar Berprestasi Tingkat Nasional 2011, menyisihkan kepala sekolah yang lain.”
Keesokan harinya, bertepatan pada momentum HUT Proklamasi di Istana Negara, dirinya beserta juara II dan III yakni dari Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur mendapatkan kebanggaan menerima penghargaan langsung dari presiden.
“Atas waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, saya terpilih sebagai Juara 1 Kepala SD Berprestasi Tingkat Nasional 2011. Terima kasih kepada para pitara, keluarga, Bimas Hindu Kementerian Agama Jawa Tengah, PHDI Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng dan Tim Pembina, SDN 1 Magelung dan Tim Kreatif, UPTD Dikpora Kaliwungu Selatan, Dikpora Kab. Kendal, IKIP PGRI Semarang, Unnes, Universitas Lund Swedia, LPMP Jateng, P4TK Matematika Yogyakarta,  Suara Merdeka, Wawasan, Jawa Pos, Jayabaya, Penerbit Erlangga, SDN Juwangi II, SMPN Juwangi, SPGN Semarang, dan beberapa lembaga lain yang memberikan saran.” (Dian/Dina)
 
Biodata
 
Nama                              : Trimo,  MPd
Tempat dan Tanggal Lahir : Boyolali, 28 Agustus 1970
Istri                                 :Rustantiningsih
Anak
1. Harum Sunya Iswara, 15
2. Yonna Aparacitta, 10
3. Rakyan Maharaja Krishna, 3
 
Riwayat Pendidikan:
- Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN), Semarang, 1988
- D2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Semarang, 1992
- S1 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes), 1994
- S2 Manajemen Pendidikan Unnes, 2004
- Saat ini melanjutkan S3 Manajemen Pendidikan Unnes.
 
Kiprah
- Kolumnis media massa
- Penulis buku pelajaran dan teks
- Trainer di bidang penelitian bagi guru
 
Prestasi:
- Duta Indonesia dalam kegiatan Child Right Convention di Swedia dan Ethiopia
- Juara 1 kepala sekolah dasar berprestasi tingkat nasional 2011
- Juara 1 guru SD berprestasi tingkat nasional 2009
- Kepala Sekolah Termuda di Kabupaten Kendal
 
Karir:
Tahun 1993 ia diangkat sebagai guru SDN Kedungsuren 04 Kaliwungu Kabupaten Kendal, tahun 2003 dan menjadi Kepala Sekolah termuda di Kabupaten Kendal.
 
(Sumber: Wawancara Principals)